Pengelompokan Barang Dagangan (Product Grouping)
penataan produk merupakan kegiatan dari suatu perusahaan untuk
memajangkan barang dagangan baik dalam ruangan maupun diluar luar
ruangan untuk dapat mempengaruhi calon konsumen secara langsung maupun
tak langsung terhadap barang yang akan dijual, dengan demikian display
merupakan suatu peragaan untuk mempengaruhi konsumen melalui demontrasi
pemajangan barang sehingga memperoleh kesan tersendiri bagi konsumen
(semi personal). Salah satu penentu keberhasilan dalam bisnis ritel
adalah cara mendisplay produk dengan benar. Sistem display berkaitan
erat dengan jenis barang, ukuran, warna, rasa, kemasan, bentuk penataan,
dan seterusnya
Tugas dan tanggung jawab seorang Merchandiser Display (MD)
- Memajang, mendisplay, merapikan dan menata produk
- Menjaga kebersihan produk yang dipajang
- Menjalankan semua progam promosi perusahaan
- Membantu menjaga stok produk dan memperlebar shelving di etalase toko modern market/tradisional market
- Membuat hasil laporan yang ditentukan oleh perusahaan
- Menjalankan tugas kunjungan ke toko sesuai dengan rencana kerja
- Memberikan informasi tentang produk baru
Teknik Pengaturan Display
Salah satu cara meningkatkan penjualan toko adalah dengan melakukan
penataan barang sehingga toko menarik untuk dilihat dan dikunjungi calon
pembeli. Penataan barang yang baik dan rapi akan menarik minat dan
meningkatkan keyakinan calon pembeli. Berikut beberapa tips dalam menata
barang dagangan / melakukan display:
- Isilah pada bagian depan toko terlebih dahulu
Kesan penuh harus anda tampilkan dengan menata produk anda dengan
mengutamakan mengisi bagian depan atau etalase depan terlebih dahulu
bahkan ada yang mengisi bagian teras atau trotoar toko agar lebih
menarik perhatian calon pembeli. Keamanan harus diutamakan jangan sampai
produk tersebut jadi sasaran pencurian orang yang lalu lalang di depan
toko.
Tempatkan produk dengan warna warna cerah di bagian yang paling mudah
dilihat, padukan warna cerah tersebut letakkan bersebelahan dengan
warna cerah lain. Misalnya warna merah,kuning,orange, putih sehingga
lebih cepat menangkap perhatian pengunjung.
- Disain menarik sebagai jangkar
Sering kali kita dapati produk yang tidak terkenal memiliki disain
atau model yang sangat menarik dan inovatif, anehnya produk terkenal
justru disainnya malah biasa-biasa saja,ini sering kita temukan pada
produk fashion. Gunakan produk dengan disain menarik ini sebagai jangkar
atau penarik dengan cara menggandengkannya dengan produk yang sudah
punya nama, dengan harapan pengunjung akan tertarik untuk membeli
keduanya dengan dua alasan langsung, disain menarik atau merek terkenal.
Pada toko retail, letakkan produk yang laris di rak bagian bawah,
kenapa? Karena produk yang laris bagaimanapun tetap akan di cari,
pembeli sudah sangat hapal bentuk produk tersebut, sehingga ditempatkan
di bagian bawah pun tetap akan mudah ditemukan, sedangkan untuk produk
yang kurang terkenal tempatkan produknya di bagian yang sejajar dengan
mata, selain untuk membantu distributor untuk menjualkan produknya, rak
yang sejajar dengan mata harga promosi atau sewa raknya relatif tinggi,
distributor biasanya rela membayar sewa pada pemilik toko agar
produknya ditempatkan di tempat strategis. lumayan kan buat tambahan
pemasukan toko anda.
Biasakan meletakkan produk dengan kemasan besar di sebelah kanan,
misalnya produk susu merek A kemasan 1000 gram di sebelah paling kanan
kemudian diikuti dengan kemasan 800 gram demikian seterusnya sampai
kemasan yang paling kecil. Kenapa? Karena kebiasaan manusia menggunakan
tangan kanan maka probabilitas terpilihnya produk dengan kemasan besar
akan semakin tinggi.
Kelompokkan produk dengan kategori yang sama pada satu tempat yang
berdekatan, dan menempatkan produk pelengkap berdekatan misanya mi
instan berdekatan dengan saos atau sambal.
- Tempatkan produk impulsif dikasir
Sambil antri biasanya pembeli suka comot sana sini manfaatkan hal
ini dengan menempatkan produk dengan harga murah di sekitar kasir,
seperti permen, rokok, coklat, aksesoris murah. Sehingga akan menambah
jumlah belanjaan. Pilihlah kasir yang santai agar yang sedang antri akan
semakin rajin mencomot produk tambahan ke keranjang belanja.
Sebenarnya banyak lagi tips untuk menata produk di toko, untuk itu di
tuntut kreatifitas dan kejelian anda untuk terus berinovasi dan
seringlah berkunjung ke toko sejenis dengan anda untuk menambah
pengetahuan dan membuka wawasan.
Pengelompokan Barang Dagangan (Product Groupings)
Sobat marketer ilmu kali ini tentang pengelompokan barang. barang
sangat perlu sekali dikelompokan supaya memudahkan kita dan konsumen
dalam mencari produk.
Untuk yang berdasarkan kriteria tersebut maka barang dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu barang konsumen (consumer’s goods) dan barang industri (industrial’s goods).
Barang konsumen merupakan barang yang dikonsumsi untuk kepentingan
konsumen akhir (rumah tangga dan individu), bukan untuk diperjual
belikan kembali ( bukan untuk berbisnis). Pada umumnya barang konsumen
ini dapat diklasifikasikan menjadi empat jenis, yaitu convenience goods, shopping goods, specialty goods, dan unsought goods.
Dalam pengklasifikasian tersebut berdasarkan kebiasaan konsumen dalam
hal berbelanja (Berkowitz, et al., 1992), yang dapat dicerminkan
melalui aspek aspek berikut : a) usaha yang
dilakukan oleh konsumen untuk sampai dalam hal pembelian, b)
atribut-atribut yang dipergunakan oleh konsumen dalam melakukan
pembelian, c)
Untuk mengetahui lebih jelas tentang klasifikasi barang konsumen, maka akan kami jelaskan satu persatu :
- Convenience Goods
Convenience goods adalah barang yang pada umumnya mempunyai
frekuensi pembelian yang tinggi (dapat dikatakan sering dibeli), barang
tersebut dibutuhkan segera oleh konsumen, dan memerlukan usaha yang minimum dalam pembeliannya.
Sebagai contoh kebutuhan sehari-hari seperti sabun, pasta gigi,
permen, ditergen, baterai, surat kabar, dan rokok. Dalam hal ini convenience goods masih dapat dikelompokkan lagi menjadi tiga kelompok, yaitu :
- Staplesmerupakan produk/barang yang dibeli konsumen (pembeli) secara rutin. Sebagai contohnya adalah sabun, pasta gigi.
- Impuls goodadalah barang-barang yang dibeli tanpa
adanya perencanaan terlebih dahulu ataupun usaha-usaha untuk mencari
barang tersebut. Biasanya barang-barang seperti ini tersedia dan
dipajang dalam banyak tempat yang tersebar. Kita dapat mengambil contoh
adalah permen, dan coklat.
merupakan barang yang dibeli oleh konsumen apabila suatu kebutuhan
tersebut dirasakan mendesak. Sebagai contoh payung dan jas hujan dirasa
sangat dibutuhkan disaat musim hujan.
Shopping goods merupakan barang-barang yang dibeli oleh
konsumen dimana dalam proses pembelian dan pemilihannya dibandingkan
oleh konsumen diantara berbagai alternatif yang ada. Dalam hal ini
biasanya konsumen mempunyai kriteria diantaranya harga, kualitas, dan
model masing-masing barang.
Adapun contohnya seperti peralatan rumah tangga, dan juga pakaian. Dalam shopping goods masih dapat diklasifikasikan lagi menjadi dua jenis, yaitu :
- Homogeneous shopping goods
Adalah barang-barang yang dianggap oleh konsumen yang mempunyai
kualitas yang hampir sama namun berbeda jauh dalam hal harga. Dengan
begitu konsumen akan mencari harga yang termurah dengan cara
membandingkan harga di satu toko dengan toko lainnya.
- Heterogeneous shopping goods
merupakan barang-barang yang dianggap oleh konsumen (pembeli) yang
mempunyai aspek karakteristik/ciri-ciri lebih penting dibandingkan
dengan aspek harga. Atau boleh dikatakan bahwa konsumen
mempersepsikannya berbeda dalam hal kualitas dan atribut.
- Specialty Goods
Specialty goods merupakan barang-barang yang mempunyai
karakteristik dan identifikasi merk yang unik dalam sekelompok konsumen
mau melakukan usaha yang lebih untuk dapat membelinya. Biasanya
barang-barang seperti ini merupakan barang-barang mewah dengan merk dan
model yang spesifik.
Sebagai contoh adalah mobil lamborghini, pakaian dengan perancang terkenal, dan masih banyak lagi barang-barang mewah lainnya.
- Unsought Goods
Unsought goods adalah barang-barang yang belum dikenal
ataupun belum diketahui oleh konsumen (pembeli) ataupun sudah diketahui
oleh konsumen namun belum terpikirkan oleh konsumen untuk membelinya.
Adapun klasifikasi dari Unsought goods, yaitu :
- Regularly unsought products
barang-barang yang sebetulnya sudah ada (tersedia) dan
diketahui oleh konsumen, akan tetapi belum terpikirkan untuk membelinya.
Sebagai contohnya adalah batu nisan, asura