Stop Isi Keranjang Belanja Supermarket dengan Barang yang Bisa Kamu Bikin Sendiri
Belanja di supermarket adalah
kebutuhan tiap orang terutama yang bergaya hidup modern. Dari kebutuhan
rumah tangga sampai perkakas, ada di supermarket.
Tapi, apakah kudu beli semua kebutuhan di supermarket? Apa gak ada alternatif yang lebih ramah di kantong?
Kalau kamu adalah tipe orang yang
males berkreasi, mungkin bakal selalu bergantung pada supermarket untuk
memenuhi kebutuhan. Soalnya maunya yang praktis, instan. Tapi, kebiasaan
itu bakal mempengaruhi kondisi finansial.
Dana yang keluar untuk belanja bakal membengkak. Walhasil, porsi dana buat kebutuhan lain jadi berkurang, atau malah hilang.
Demi penghematan, kita mesti kreatif
dalam memenuhi kebutuhan. Gak semua kebutuhan harus dibeli di
supermarket. Kita bisa membikin sendiri beberapa item agar struk
belanjaan gak panjang.
Selain itu, belanja pun gak harus di
supermarket. Berikut ini beberapa item yang bisa diakali agar
pengeluaran bisa lebih ditekan. Jadi stop deh, mengisi keranjang belanja
supermarket dengan barang-barang ini:
Memang, jus kemasan di supermarket
praktis. Tinggal buka, minum. Tapi jus bukan hanya soal kepraktisan.
Lebih dari itu, faktor kesehatan wajib diperhatikan.
Buah untuk jus bikinan sendiri bisa
dibeli dari tukang buah atau pasar yang banderolnya murah. Bisa dilihat
juga kondisi buahnya saat dibeli dan diolah.
Jus bikinan sendiri, selain bisa bikin
ngirit, pastinya lebih bisa dipastikan keamanannya. Mau bikin jus
kombinasi juga simpel, beda dengan jus kemasan yang umumnya hanya punya
satu rasa. Itu pun rasanya agak-agak kimia gimana gitu, kurang original
rasa buah segar.
2. Roti sandwich
Sandwich di supermarket harganya bisa
dua kali lipat biaya sandwich bikinan sendiri. Selain itu, sandwich
tersebut kurang bisa dijamin kesegarannya. Bisa saja roti isi itu udah
ada di sana 1-2 hari karena belum laku.
3. Bubur instan
Bikin bubur itu gampang, lho. Tinggal rebus beras dengan terus diaduk sampai matang mengental. Masak, masih pakai cara instan?
Lagi pula, topping bubur instan
terkesan seadanya. Plus ada bahan pengawetnya. Beda kalau masak sendiri.
Daging ayamnya ya dari ayam segar asli. Begitu juga sayur-sayurannya.
Sekali masak juga bisa buat orang
banyak, jadi lebih hemat. Gak kayak bubur instan yang hanya bisa buat
satu porsi. Itu pun kadang dibilang kurang banyak.
4. Snack protein
Snack alias makanan ringan berprotein
digandrungi mereka yang pingin dapat protein dengan cara enak. Tapi,
yang namanya snack pastinya beda dengan makanan segar dalam hal
kandungan protein.
Snack kayak gini pun biasanya tinggi
kandungan gulanya, yang berbahaya buat kesehatan. Sehat itu mahal
harganya lho. Mending olah bahan makanan segar yang jelas kandungan
nutrisinya.
Mau masak gule, tinggal masukin bumbu
gule instan. Beres? Gak juga. Sudah umum diketahui, bumbu instan kayak
gitu kurang nendang dibanding bumbu beneran.
Berapa sih harga bumbu-bumbuan di
pasar? Gak sampai Rp 10 ribu. Beragam bumbu itu pun bisa dipakai buat
masak lebih dari satu masakan. Jadi, gak kayak bumbu instan yang 1
masakan 1 bungkus. Kalau mau bikin 3 masakan, jadi beli 3 bungkus. Boros
lah.
6. Es teh serbuk
Bikin sendiri es teh di rumah gak
bakal bikin bangkrut kok. Mau balok es, tinggal bekukan di freezer.
Tehnya pakai teh celup yang satu bungkus isi banyak itu
7. Minuman rasa buah serbuk
Ini juga mirip-mirip es teh serbuk.
Lebih sehat dan hemat bikin es buah sendiri. Lagian minuman serbuk itu
hanya rasa buah. Bukan es buah asli.
Ham, nugget, dan sejenisnya banyak
dijual di supermarket dalam keadaan beku. Artinya, daging beku olahan
itu gak fresh. Mending beli daging segar, lalu diolah sendiri.
Harga daging di pasar tradisional bisa
lebih murah ketimbang di supermarket. Gak apa-apa repot sedikit bikin
olahan. Demi penghematan lho. Siapa tahu dari kreasi ini malah bisa
dijual sehingga bisa jadi sampingan.
Selain 8 item di atas, mungkin ada
lagi produk supermarket yang sebenarnya gak harus dibeli. Kita bisa
bikin sendiri, atau beli di tempat lain yang lebih murah.
Jika pun terpaksa beli di supermarket, pastikan lihat tanggal kedaluwarsa dan kandungan di dalamnya. Cari yang sehat-sehat aja.
Akan lebih baik juga kalau ada kartu kredit yang bisa ngasih diskon belanja. Ini bukan soal pelit, lho. Pastinya semua orang gak mau dong keluar duit lebih untuk hal yang sebenarnya bisa diirit. Setuju?